Pompanisasi, Kementan Gencarkan Percepatan Tanam di Aceh Tamiang

-

Aceh Tamiang – Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan bersama Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) sebagai penanggungjawab kegiatan Optimalisasi Lahan dan Pompanisasi Provinsi Aceh, Balai Besar PPMBTPH selaku PJ Pompanisasi Kabupaten Aceh Tamiang, Kapusdatin, Ditjen PSP, Sekda Kabupaten Aceh Tamiang, Kadis Pertanian Kabupaten Aceh Tamiang dan Jajarannya secara inten melakukan pendampingan terhadap petani dalam percepatan tanam.

Pemerintah pusat dan daerah terus bergerak melakukan antisipasi darurat pangan dengan melaksanakan pengawalan dan pendampingan program Pompanisasi di Lahan Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Aceh Tamiang pada lahan seluas 8.236 Hektar serta penanaman Padi Gogo TUSIP pada lahan seluas 7.176 Hektar (Target berdasarkan Kepmentan Nomor 243 Tahun 2024).

Program pompanisasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan pertanaman  pada lahan sawah tadah hujan dengan prioritas indeks pertanaman 1 kali. Program pompanisasi ini diharapkan dapat menambah produksi melalui peningkatan IP. Begitu juga program kegiatan tumpang sisip (Tusip) padi dan komoditas Perkebunan, program ini berpotensi dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang untuk menambah perluasan areal tanam dengan prioritas di lahan ladang dan Perkebunan (PSR).

Kecamatan Karang Baru Desa Tupah tepatnya di Kelompok Tani Ojo Meri, telah melakukan pemanfaatan pompa yang mengairi sawah tadah hujan seluas 40 ha. Sumber pengairan di wilayah ini berasal dari Irigasi Tanah Dangkal / Dalam.

Kelompok Tani Tunas Muda Desa Sukajadi Kecamatan Banda Mulia. Pada lokasi ini dilakukan pemantauan terhadap pompa yang mengairi sawah tadah hujan seluas 34 ha. Sumber pengairan di wilayah ini berasal dari Irigasi Tanah Dangkal / Dalam. 

Kelompok Tani Subur Jaya Desa Balai  Kecamatan Bendahara. Pada lokasi ini dilakukan pemantauan terhadap pompa yang mengairi sawah tadah hujan seluas 40 ha. Sumber pengairan di wilayah ini berasal sumber air permukaan. Namun di lahan ini belum dapat dilakukan pertanaman dikarenakan debit air permukaan sebagai sumber pengairan tidak mencukupi untuk pertanaman padi, pertanaman akan dimulai pada bulan Mei setelah turun hujan, unkap Mustafa Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian Aceh Tamiang.

Kelompok Tani Teguh Karya Desa Alur Bemban Kecamatan Karangbaru. Pada lokasi ini dilakukan pemantauan terhadap pompa yang mengairi sawah tadah hujan seluas 9 ha. Sumber pengairan di wilayah ini berasal dari Irigasi Tanah Dangkal / Dalam.

Sekretaris Badan Penyuluhan Siti Munifah selaku penanggung jawab Provinsi Aceh mengajak semua bergerak dan turun ke lapangan, Langkah yang perlu dilakukan adalah gerakan percepatan tanam, pompanisasi sungai pada lahan kering dan tadah hujan, sumur dangkal dan sumur dalam untuk memasok air, optimalisasi lahan rawa, juga menyelesaikan masalah langsung di lapangan dan hadir di tengah-tengah petani. “Saat ini, Kementan fokus meningkatkan produksi padi dan jagung melalui tiga strategi, yakni meningkatkan perluasan areal tanam (PAT), peningkatan indek pertanaman (PIP) serta produktivitas,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, menyambut baik program pemerintah ini dan siap melaksanakan program tersebut dengan baik Bersama jajarannya. Lebih lanjut Yunus Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tamiang menegaskan bahwa untuk mensukseskan program pompanisasi dan Tusip telah ditindaklanjuti dengan mengusulkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) baik ke Ditjen PSP maupun Ditjen Tanaman Pangan, dan saat ini juga telah melaporkan lahan-lahan yang melakukan kegiatan pompanisasi dengan menggunakan pompa swadaya,” ungkap Yusup.

Suharyanto, Perwakilan untuk LO Balai Besar PPMBTPH Cimanggis siap mengawal dan mendampingi petugas lapangan untuk percepatan tanam dan melaporkan secara berkala progres dari kegiatan ini dan akan mengkoordinasikan percepatan realisasi bantuan pompa dan bantuan benih.

Siti Munifah Kembali menegaskan, dengan adanya perluasan areal tanam di sawah tadah hujan dan Tusip, diharapkan dapat meningkatkan produksi padi. Sehingga dampak El Nino mendapat solusi dan ketersediaan pangan terjaga. Usaha-usaha Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi dengan menerjunkan semua pegawai merupakan usaha untuk mengantisipasi darurat pangan akibat El Nino. Diharapkan dengan percepatan tanam dan perluasan areal tanam kekurangan beras karena mundurnya musim tanam bisa teratasi dengan adanya kegiatan pompanisasi dan Tusip ini.